Selamat Datang
Halaman ini berisikan panduan penggunaan, pengusulan, dan pemeriksaan Standar Data Statistik di sistem Indonesia Data Hub (INDAH). Panduan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menggunakan aplikasi dan juga memberikan pemahaman terkait istilah-istilah yang digunakan dalam Standar Data Statistik
Konsep
Konsep adalah ide yang mendasari data dan tujuan data tersebut diproduksi (Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 4 Tahun 2020). Dalam pengajuan usulan baru maupun pemutakhiran konsep terdapat beberapa atribut yang perlu diisi oleh pengusul, yaitu:
Atribut
| Atribut | Deskripsi |
|---|---|
| Nama* | Nama konsep dapat dituangkan ke dalam satu kata tunggal, gabungan beberapa kata (frase) ataupun suatu kalimat lengkap |
| Definisi* | Deskripsi mengenai konsep yang dapat memberikan batas atau membedakan secara jelas arti dan cakupan suatu konsep dengan konsep yang lain |
| Referensi* | Sumber referensi yang digunakan terkait dengan konsep yang diusulkan, referensi bisa berasal dari publikasi, website maupun lainnya |
| * Atribut yang wajib terisi | |
Rekomendasi Pengusulan Konsep
| 1. | Setiap awalan kata nama konsep harus huruf besar | ||||||||
|
|||||||||
| 2. | Nama Konsep harus unik Dari nama konsep harus dapat dibedakan antara suatu konsep dengan konsep yang lain |
||||||||
|
|||||||||
| 3. | Nama konsep tidak boleh disingkat Pemberian singkatan sebaiknya diberikan hanya jika singkatan tersebut bersifat umum dan merepresentasikan nama konsep secara menyeluruh |
||||||||
|
|||||||||
| 4. | Nama konsep tidak boleh diawali ukuran Contoh ukuran dapat dilihat di lampiran berikut |
||||||||
|
|||||||||
| 5. | Nama konsep tidak boleh memuat periode tertentuJika konsep disandingkan dengan periode tertentu akan berpotensi menimbulkan beberapa konsep yang berulang/duplikat, secara konteks merupakan konsep yang sama namun dituliskan dalam periode yang berbeda-beda. | ||||||||
|
|||||||||
| 6. | Nama konsep tidak memuat wilayah/cakupan wilayah tertentu. Jika konsep disandingkan dengan wilayah/cakupan wilayah tertentu akan berpotensi menimbulkan beberapa konsep yang berulang/duplikat, secara konteks merupakan konsep yang sama namun dituliskan dalam wilayah/cakupan wilayah yang berbeda-beda. |
||||||||
|
|||||||||
| 7. | Penulisan referensi disesuaikan dengan jenis sumbernya. Jika berasal dari website maka inputkan URL websitenya, jika publikasi maka tuliskan judul publikasinya (lebih baik jika dapat menyertakan halamannya) |
||||||||
|
Variable
Menurut Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 4 Tahun 2020, Variabel adalah suatu informasi yang ingin ditangkap dalam menghasilkan data pada Kegiatan Statistik.
Dari sumber yang lain, Variabel didefinisikan sebagai penggunaan konsep sebagai karakteristik dari populasi yang ingin diukur (Generic Statistical Information Model). Dalam pengajuan usulan baru maupun pemutakhiran variabel terdapat beberapa atribut yang perlu diisi oleh pengusul, yaitu:
Atribut
| Atribut | Deskripsi |
|---|---|
| Nama* | Nama variabel dapat dituangkan ke dalam satu kata tunggal, gabungan beberapa kata (frase) ataupun suatu kalimat lengkap |
| Definisi* | Deskripsi variabel dapat memberikan batasan atau membedakan secara jelas arti dan cakupan dari suatu variabel dengan variabel yang lain |
| Konsep* | Konsep yang digunakan sebagai dasar pembentukan variabel |
| Unit observasi* | Digunakan untuk menggambarkan jenis atau kelompok unit observasi yang diukur oleh variabel. Variabel berperan sebagai karakteristik yang dimiliki oleh unit observasi. Contoh: Pada variabel umur maka jenis atau kelompok unit observasinya adalah individu karena karakteristik umur adalah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang. |
| Ukuran | Ukuran statistik yang digunakan untuk mengukur variabel seperti jumlah, rata-rata dan lainnya. Ukuran lainnya dapat dilihat di lampiran berikut |
| Satuan | Satuan adalah unit yang digunakan dalam pengukuran variabel. Satuan harus bersesuaian dengan ukuran yang digunakan. Contoh satuan persen digunakan untuk ukuran persentase. Contoh lainnya dapat dilihat di lampiran berikut |
| Subyek* | Digunakan untuk mengelompokkan variabel berdasarkan kategori tertentu. Referensi kategori yang digunakan bersumber dari Classification of Statistical Activities (CSA rev.1), adapun rincian kategori tersebut dapat dilihat di lampiran berikut |
| Jenis value domain* |
Value domain adalah rentang nilai dari isian variabel yang diperbolehkan. Jenis value domain ada dua: 1. Non-kategori adalah jenis value domain yang nilainya tidak dinyatakan sebagai daftar kode dan kategori. Contohnya umur yang nilai 0-99 atau jumlah pengeluaran yang nilainya berupa angka riil. 2. Kategori adalah jenis value domain yang nilai dinyatakan sebagai daftar kode dan kategori (CodeList). Contoh: variabel jenis kelamin, maka value domainnya adalah Laki-laki (L) dan Perempuan (P) |
| Referensi klasifikasi* | Adalah nama klasifikasi standar yang digunakan sebagai dasar rujukan penentuan value domain variabel yang berjenis kategori. |
| Aturan validasi* | Penjelasan deskriptif terkait ekspresi matematis atau logika tertentu yang digunakan sebagai validasi suatu variabel. Contoh: aturan validasi untuk variabel usia : bilang bulat minimal 0 dan maksimal 99. |
| Sumber referensi yang digunakan* | Sumber referensi yang digunakan terkait dengan variabel yang diusulkan, referensi bisa berasal dari publikasi, website maupun lainnya |
| * Atribut yang wajib terisi | |
Rekomendasi Pengusulan Variabel
| 1. | Setiap awalan kata nama variabel harus huruf besar Jenis Kelamin jenis kelamin |
| 2. | Nama variabel harus unik. Dari nama variabel harus dapat dibedakan antara suatu variabel dengan variabel yang lain. Jika terdapat variabel yang merupakan variasi dari suatu variabel lain, maka nama variabel tersebut bisa ditambahkan suatu konteks sehingga dapat membedakan variabel tersebut dengan variabel utamanya Kelompok umur Kelompok umur pendidikan |
| 3. | Nama variabel tidak boleh disingkat. Pemberian singkatan sebaiknya diberikan hanya jika singkatan bersifat umum. Tanggal Daftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Tanggal Daftar NPWP |
| 4. | Unit observasi variabel boleh lebih dari satu. Selama variabel memang merupakan karakteristik dari berapa unit observasi maka diperbolehkan suatu variabel memiliki beberapa unit observasi. Jika variabelnya adalah Jumlah Transaksi Electronic Commerce (E-Commerce), maka Unit observasi yang diperbolehkan adalah usaha, rumah tangga, individu, pemerintah, dan organisasi swasta atau publik. |
| 5. | Nama variabel boleh diawali ukuran. Jika variabel mengandung suatu ukuran maka nama ukuran diletakkan di awal nama variabel. Contoh ukuran dapat dilihat di lampiran berikut Rata-rata Konsumsi Makanan Jumlah Pengeluaran |
| 6. | Ukuran variabel tidak boleh lebih dari satu. Jika variabel mempunyai lebih dari satu ukuran maka variabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa variabel sebanyak ukurannya. Contoh ukuran dapat dilihat di lampiran berikut Jika variabelnya adalah Jumlah Transaksi Electronic Commerce (E-Commerce), maka ukurannya adalah jumlah Jika variabelnya adalah Jumlah Transaksi Electronic Commerce (E-Commerce), maka ukurannya adalah jumlah, nilai |
| 7. | Satuan variabel tidak boleh lebih dari satu. Satuan yang digunakan adalah satuan standar yang bersesuaian dengan ukuran yang digunakan. Contoh satuan dapat dilihat di lampiran berikut Jika variabelnya adalah Jumlah Transaksi Electronic Commerce (E-Commerce), maka satuannya adalah transaksi Jika variabelnya adalah Jumlah Transaksi Electronic Commerce (E-Commerce), maka satuannya adalah rupiah |
| 8. | Nama variabel tidak boleh memuat periode tertentu. Jika variabel disandingkan dengan periode akan berpotensi menimbulkan beberapa variabel yang berulang/duplikat, secara konteks merupakan variabel yang sama namun dituliskan dalam periode yang berbeda-beda. Jumlah pengeluaran Jumlah pengeluaran selama sebulan Jumlah pengeluaran selama setahun |
| 9. | Nama variabel tidak memuat wilayah/cakupan wilayah tertentu. Jika variabel disandingkan dengan wilayah/cakupan wilayah tertentu akan berpotensi menimbulkan beberapa variabel yang berulang/duplikat, secara konteks merupakan variabel yang sama namun dituliskan dalam wilayah/cakupan wilayah yang berbeda-beda. Jumlah rumah sakit terdampak bencana Jumlah rumah sakit terdampak bencana di wilayah rawan bencana |
| 10. | Penulisan referensi disesuaikan dengan jenis sumbernya. Jika berasal dari website maka inputkan URL websitenya, jika publikasi maka tuliskan judul publikasinya (lebih baik jika dapat menyertakan halamannya) https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/istilah/index website Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia 2021 (hlm. 123-129) publikasi Website BPS website |
Indikator
| Atribut | Deskripsi |
|---|---|
| Nama* | Nama indikator dapat dituangkan ke dalam satu kata tunggal, gabungan beberapa kata (frase) ataupun suatu kalimat lengkap. |
| Definisi* | Deskripsi mengenai indikator yang dapat memberikan batas atau membedakan secara jelas arti dan cakupan suatu indikator dengan indikator yang lain |
| Konsep* | Konsep yang digunakan sebagai dasar pembentukan indikator |
| Ukuran | Ukuran statistik yang digunakan untuk mengukur indikator seperti jumlah, rata-rata dan lainnya. Ukuran lainnya dapat dilihat di lampiran berikut |
| Satuan | Satuan adalah unit yang digunakan dalam pengukuran indikator. Satuan harus bersesuaian dengan ukuran yang digunakan. Contoh satuan persen digunakan untuk ukuran persentase. Contoh lainnya dapat dilihat di lampiran berikut |
| Subyek* | Digunakan untuk mengelompokkan indikator berdasarkan kategori tertentu. Kategori yang digunakan berdasarkan Classification of Statistical Activities (CSA rev.1), adapun rincian kategori ini dapat dilihat di lampiran berikut |
| Manfaat* | Deksripsi tetang manfaat yang dapat diberikan dari perhitungan indikator. |
| Interpretasi* | Deskripsi terkait bagaimana cara memaknai/menafsirkan suatu indikator sehingga mudah dipahami oleh pengguna data |
| Level terkecil tersedianya data* | Tingkatan terkecil data yang mungkin tersedia dari suatu indikator |
| Mekanisme Perhitungan Indikator* | Penjelasan deskriptif tentang Metode atau rumus matematika yang digunakan untuk menghitung indikator |
| Rumus Indikator* | Rumus matematika yang digunakan untuk menghitung indikator |
| Keterangan rumus* | Penjelasan detail terkait setiap komponen yang terdapat pada rumus matematika yang digunakan untuk menghitung indikator |
| Disaggregasi Indikator* | Daftar variabel-variabel yang dapat digunakan untuk merincikan secara lebih detail tentang indikator yang publikasikan. Variabel yang dapat digunakan sebagai disagregasi indikator adalah variabel yang mempunyai value domain berjenis kategori seperti, wilayah (Aceh, Sumatera Utara, dst..), jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), dst. |
| Sumber referensi yang digunakan* | Sumber referensi yang digunakan terkait dengan Indikator yang diusulkan, referensi bisa berasal dari publikasi, website maupun lainnya |
| * Atribut yang wajib terisi | |
Rekomendasi Pengusulan Indikator
Rekomendasi Pengusulan Indikator
| 1. | Setiap awalan kata nama Indikator harus huruf besar, kecuali kata hubung Jumlah Penduduk jumlah penduduk |
| 2. | Nama indikator harus unik. Dari nama indikator harus dapat dibedakan antara suatu indikator dengan indikator yang lain. Jika terdapat indikator yang merupakan variasi dari suatu indikator lain, maka nama indikator tersebut bisa ditambahkan suatu konteks sehingga dapat membedakan indikator tersebut dengan indikator utamanya. Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk Terdampak Bencana |
| 3. | Nama indikator tidak boleh disingkat. Pemberian singkatan sebaiknya diberikan hanya jika singkatan bersifat umum. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) IPM |
| 4. | Nama indikator harus diawali ukuran. Sebaiknya nama indikator diawali dengan ukuran yang digunakan seperti, jumlah, rata-rata, dan lainnya. Namun jika indikator merupakan indikator resmi yang sudah berlaku secara nasional ataupun internasional seperti Angka Kematian Ibu, Indeks Pembangunan Manusia maka tidak perlu ditambahkan ukuran di awal nama indikator. Contoh ukuran dapat dilihat di lampiran berikut Angka Kematian Ibu (AKI) Persentase Kontribusi Ekspor Produk Industri Berteknologi Tinggi Kontribusi Ekspor Produk Industri Berteknologi Tinggi |
| 5. | Nama indikator tidak boleh mengandung satuan. Sebaiknya satuan seperti Per 100.000 penduduk, Per 1.000 orang, dll tidak dicantumkan di nama indikator. Jumlah Insiden Tuberkolosis Jumlah Insiden Tuberkolosis Per 100.000 Penduduk Jumlah Kejadian Malaria Per 1000 Orang |
| 6. | Ukuran indikator tidak boleh lebih dari satu. Jika indikator mempunyai lebih dari satu ukuran maka indikator tersebut perlu dipecah menjadi beberapa indikator sesuai dengan banyaknya ukuran. Contoh ukuran dapat dilihat di lampiran berikut Jika indikatornya adalah persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, maka ukurannya adalah persentase Jika indikatornya adalah persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, maka ukurannya adalah jumlah, persentase |
| 7. | Satuan indikator tidak boleh lebih dari satu. Satuan yang digunakan adalah satuan standar yang bersesuaian dengan ukuran yang digunakan. Contoh satuan dapat dilihat di lampiran berikut Jika indikatornya adalah persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, maka satuannya adalah Persen Jika indikatornya adalah persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, maka satuannya adalah Orang Jika indikatornya adalah persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, maka satuannya adalah Orang, Persen |
| 8. | Nama indikator tidak boleh memuat disaggregasi tertentu. Jika indikator disandingkan dengan disaggregasi tertentu (wilayah, jenis kealmin, kelompok umur, dst..) akan berpotensi menimbulkan beberapa indikator yang berulang/duplikat, secara konteks merupakan indikator yang sama namun dituliskan berdasarkan disaggregasi yang berbeda-beda. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional menurut jenis wilayah. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional menurut jenis wilayah dan jenis kelamin. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional menurut jenis wilayah, jenis kelamin dan kelompok umur. |
| 9. | Penulisan referensi disesuaikan dengan jenis sumbernya. Jika berasal dari website maka inputkan URL websitenya, jika publikasi maka tuliskan judul publikasinya (lebih baik jika dapat menyertakan halamannya) https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/istilah/index website Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia 2021 (hlm. 123-129) publikasi Website BPS website |
Lampiran
Ukuran
Ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur variabel atau indikator mencakup namun tidak terbatas pada:
| No. | Nama Ukuran | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1. | Rasio, Rate, dan Proporsi |
Adalah bilangan yang menyatakan perbandingan antara dua nilai; yaitu hasil pembagian x dengan y.
1. Gini Rasio (jumlah laki-laki / jumlah perempuan) 2. kepadatan penduduk (jumlah penduduk/ Luas wilayah) |
| 2. | Persentase |
Adalah kasus khusus rasio di mana hasil perhitungan rasio dikalikan dengan 100 untuk mendapatkan persentasenya. Contoh: (Jumlah laki-laki / jumlah penduduk) x 100%. |
| 3. | Indeks |
Adalah indikator statistik yang mengukur perubahan relatif yang terjadi pada suatu fenomena, harga, kuantitas, nilai atau upah tertentu yang dikaitkan dengan suatu dasar tertentu (bisa periode waktu tertentu atau lokasi geografis tertentu). Contoh: Indeks Harga Konsumen. |
| 4. | Rata-rata ( Rata-rata aritmatika) |
Rata-rata aritmatika adalah salah satu ukuran tendensi sentral yang paling penting, yang paling sering digunakan dalam berbagai kasus. Ini umumnya dikenal sebagai jumlah nilai pengamatan dibagi dengan jumlah total pengamatan.
Contoh: Rata-rata pendapat keluarga. |
| 5. | Median | Median dari n pengukuran atau pengamatan x1, x2, ,..., xn, adalah nilai pengamatan yang terletak di tengah gugus data setelah data tersebut diurutkan. Apabila banyaknya pengamatan (n) ganjil, median terletak tepat ditengah gugus data, sedangkan bila n genap, median diperoleh dengan cara interpolasi yaitu rata-rata dari dua data yang berada di tengah gugus data |
| 6. | Probabilitas |
Adalah ukuran matematis dari peluang terjadinya suatu peristiwa. Ini adalah kasus khusus rasio ketika penyebutnya adalah jumlah total ruang sampel pada awal periode observatorium.
Contoh: 10 orang meninggal dalam satu tahun dari komunitas yang terdiri dari 1000 orang pada awal tahun. Probabilitas kematian selama tahun itu adalah 10 1000 atau 0,01 |
| 7. | Nilai Maksimum | Nilai tertinggi dari distribusi statistik suatu variabel |
| 8. | Nilai Minimum | Nilai terkecil dari distribusi statistik suatu variabel |
| 9. | Rentang (Range) | Selisih antara nilai maksimum dan minimum suatu variabel |
| 10. | Varian | Rata-rata kuadrat deviasi nilai dari rata-rata aritmatikanya |
| 11. | Standar Deviasi | Akar kuadrat dari varians. |
Subyek
Subyek digunakan untuk mengklasifikasikan variabel, indikator, kegiatan statistik dan lainnya. subyek yang digunakan mengacu pada Classification Of Statistical Activities (CSA Rev. 1 - October 2009).
| Subyek | Deskripsi | |||
|---|---|---|---|---|
| 1 | Statistik Demografi dan Sosial | Domain yang berkaitan langsung dengan aktivitas subjek matter untuk menghasilkan data statistik demograsi dan sosial | ||
| 1.1 | Kependudukan dan Migrasi |
Mencakup kegiatan statistik yang berkaitan dengan kependudukan dan demografi, topik-topik seperti demografi, statistik vital, struktur dan pertumbuhan populasi, proyeksi demografis, keluarga dan rumah tangga (pernikahan, perceraian, ukuran rumah tangga), migrasi, pengungsi dan pencari suaka.
Tidak termasuk: - Penyebab kematian
(1.4 - Kesehatan)
| ||
| 1.2 | Ketenagakerjaan |
Mencakup statistik yang berkaitan dengan angkatan kerja, pasar tenaga kerja, pekerja dan pengangguran; topik yang lebih terperinci termasuk populasi yang aktif secara ekonomi, kondisi tenaga kerja, kesehatan dan keselamatan di tempat kerja (kecelakaan di tempat kerja, cedera dan penyakit akibat kerja, masalah kesehatan terkait pekerjaan), waktu kerja dan kondisi kerja lainnya, pemogokan dan penutupan, lowongan pekerjaan, penciptaan lapangan kerja, penciptaan lapangan kerja.
Tidak termasuk: - Pekerja migran
(1.1 - Kependudukan dan Migrasi)
- Asuransi pengangguran dan tunjangan pengangguran
(1.6 - Perlindungan Sosial)
- Keanggotaan serikat pekerja
(1.10 - Aktivitas Politik dan Komunitas lainnya)
- Pekerjaan yang tidak dibayar
(1.11 - Penggunaan Waktu)
- Biaya tenaga kerja
(2.8 - Biaya Tenaga Kerja)
- Statistik pendapatan, upah dan gaji
(2.8 - Biaya Tenaga Kerja)
| ||
| 1.3 | Pendidikan | Mencakup partisipasi pendidikan, buta huruf, lembaga dan sistem pendidikan, sumber daya manusia dan keuangan yang diinvestasikan dalam pendidikan, pembelajaran seumur hidup, pelatihan kejuruan dan pembelajaran orang dewasa, dampak pendidikan, penilaian kinerja siswa, dll. | ||
| 1.4 | Kesehatan |
Mencakup statistik yang berkaitan dengan kesehatan dan mortalitas, termasuk topik seperti harapan hidup, status kesehatan, kesehatan dan keselamatan, faktor penentu kesehatan (termasuk gaya hidup, nutrisi, merokok, penyalahgunaan alkohol), sumber daya dan pengeluaran kesehatan, sistem perawatan kesehatan, morbiditas dan mortalitas (termasuk kematian bayi dan anak), perawatan di rumah sakit, penyebab penyakit dan kematian, penyakit khusus (misalnya AIDS), cacat tubuh, konsumsi dan penjualan obat-obatan, tenaga kesehatan, penggajian profesi kesehatan, status kesehatan lingkungan, ketidaksetaraan kesehatan, rekening kesehatan.
Tidak termasuk: - Kesehatan dan keselamatan terkait pekerjaan
(1.2 - Ketenagakerjaan)
- Korban dari perilaku kriminal
(1.8 - Peradilan dan Kriminal)
- Kecelakaan dan cedera lalu lintas
(2.4.4 - Transportasi)
| ||
| 1.5 | Pendapatan dan Konsumsi |
Berkaitan dengan statistik tentang pendapatan dan pengeluaran rumah tangga dari sudut pandang rumah tangga (semua jenis pendapatan dan pengeluaran), termasuk topik-topik seperti distribusi pendapatan, pendapatan dalam bentuk barang, transfer pendapatan yang diterima dan dibayar, pendapatan atau ukuran kemiskinan berbasis pengeluaran, perlindungan konsumen, pola konsumsi , barang konsumen dan barang tahan lama, kekayaan dan hutang rumah tangga.
Tidak termasuk: - Skema perlindungan sosial terhadap berbagai risiko
(1.6 - Perlindungan sosial)
- Skema pajak
(2.5 - Statistik Keuangan Pemerintah, Fiskal dan Sektor Publik)
- Inklusi atau Ekslusi sosial
(3.3.1 - Kondisi tempat tinggal, Kemiskinan)
- Kemiskinan dalam arti multidimensi
(3.3.1 - Kondisi tempat tinggal, Kemiskinan)
- Kondisi kehidupan
(3.3.1 - Kondisi tempat tinggal, Kemiskinan)
| ||
| 1.6 | Perlindungan Sosial |
Berkaitan dengan statistik tentang langkah-langkah untuk melindungi orang terhadap risiko pendapatan yang tidak memadai terkait dengan pengangguran, kesehatan yang buruk, ketidakabsahan, usia tua, tanggung jawab orang tua, atau pendapatan yang tidak memadai setelah kehilangan pasangan atau orang tua, dll., termasuk statistik penerima manfaat pensiun, skema jaminan sosial, pengeluaran perlindungan sosial, dll.
Tidak termasuk: - Dana pensiun sebagai pelaku di pasar keuangan
(2.4.6 - Perbankan, Asuransi, Statistik Keuangan)
- Perusahaan asuransi sebagai pelaku ekonomi
(2.4.6 - Perbankan, Asuransi, Statistik Keuangan)
| ||
| 1.7 | Pemukiman dan Perumahan |
Mencakup kegiatan statistik yang berkaitan dengan perumahan, tempat tinggal dan pemukiman.
Tidak termasuk: - Sewa
(2.7 - Harga)
| ||
| 1.8 | Peradilan dan Kriminal | Aktivitas yang tergolong ke dalam kejahatan, hukuman, pengoperasian sistem peradilan pidana, keadilan, keselamatan, korban, tingkat pembersihan, populasi penjara, produksi obat terlarang, perdagangan dan penggunaan, dll. | ||
| 1.9 | Kebudayaan | Statistik yang berhubungan dengan kegiatan budaya dalam masyarakat, seperti teater, bioskop, museum, perpustakaan, media massa, produksi buku, olahraga, dll., termasuk pengeluaran dan pembiayaan budaya. | ||
| 1.10 | Aktivitas Politik dan Komunitas lainnya | Statistik tentang jumlah pemilih, partisipasi dalam kegiatan politik dan kegiatan masyarakat lainnya, keanggotaan serikat pekerja, dialog sosial, masyarakat sipil, modal sosial, dll. | ||
| 1.11 | Penggunaan Waktu (Time Use) |
Statistik tentang penggunaan waktu oleh individu, seringkali terkait dengan keseimbangan kehidupan kerja (rekonsiliasi tanggung jawab keluarga dan pekerjaan berbayar); pekerjaan yang tidak dibayar.
Tidak termasuk: - Waktu kerja
(1.2 - Ketenagakerjaan)
| ||
| 2 | Statistik Ekonomi | Domain yang berkaitan langsung dengan aktivitas subjek matter untuk menghasilkan data statistik demograsi dan sosial | ||
| 2.1 | Statistik Makroekonomi |
Semua kegiatan yang berhubungan dengan statistik ekonomi di tingkat makro, atau berbeda dari Akun Nasional, baik tahunan, triwulanan atau bulanan. Contohnya adalah basis data ekonomi makro yang menggabungkan akun nasional dan indikator ekonomi makro lainnya seperti Main Economic Indicators (OECD), Principal European Economic Indicators (Eurostat), dll; kecenderungan bisnis dan survei pendapat konsumen, pertumbuhan ekonomi, stabilitas dan penyesuaian struktural, indikator siklus, statistik untuk analisis siklus bisnis.
Tidak termasuk: - Perusahaan asuransi sebagai pelaku ekonomi metodologi dan kerangka kerja akun nasional
(2.2 - Neraca Ekonomi)
- Pengumpulan dan penyebaran akun nasional dan data produktivitas yang tidak terkait dengan statistik ekonomi makro lainnya
(2.2 - Neraca Ekonomi)
| ||
| 2.2 | Neraca Ekonomi |
Mencakup kegiatan yang berkaitan dengan pada Neraca Nasional baik harga berlaku maupun harga konstan, berkaitan dengan topik-topik seperti penerapan System National Accounts 1993 (SNA 1993), pembaruan SNA 1993, European System of Accounts (ESA95), Gross Domestic Product (GDP), Gross National Income (GNI), ekonomi non-observasi dan ekonomi informal, pengukuran modal, tabel input-output, neraca, dll.
Tidak termasuk: - Neraca ekonomi pertanian
(2.4.1 - Pertanian, Kehutanan, Perikanan)
- Neraca satelit pariwisata
(2.4.5 - Pariwisata)
- Neraca keuangan
(2.5 - Statistik Keuangan Pemerintah, Fiskal dan Sektor Publik)
- Neraca Pemerintah umum (Detailed General Government Accounts)
(2.5 - Statistik Keuangan Pemerintah, Fiskal dan Sektor Publik)
- Statistik harga
(2.7 - Harga)
- Neraca lingkungan
(3.1 - Lingkungan Hidup)
| ||
| 2.3 | Statistik Bisnis |
Statistik ekonomi tentang kegiatan perusahaan, mencakup pekerjaan pada statistik ekonomi lintas sektor yang berbeda (berbeda dengan statistik sektoral yang berhubungan dengan sektor individu tertentu), berkaitan pula dengan topik seperti statistik kegiatan ekonomi perusahaan, demografi bisnis, investasi bisnis, layanan bisnis, permintaan untuk layanan, kinerja industri, perusahaan berdasarkan kelas ukuran, produksi industri, komoditas, struktur penjualan dan layanan, output industri jasa, lembaga nirlaba.
Tidak termasuk: - Survei Tendensi Bisnis
(2.1 - Statistik Makroekonomi)
- Perdagangan internasional (2.6 - Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran
(2.6 - Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran)
- Harga
(2.7 - Harga)
- Biaya tenaga kerja
(2.8 - Biaya Tenaga Kerja)
- Sains dan teknologi
(2.9 - Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi)
- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
(3.3.3 - Information Society)
- Kegiatan afiliasi asing dan perusahaan multinasional
(3.3.4 - Globalisasi)
| ||
| 2.4 | Statistik Sektoral |
kegiatan statistik yang berhubungan dengan salah satu cabang industri atau layanan tertentu yang disebutkan pada tingkat klasifikasi level 3.
Tidak termasuk: - Pendidikan
(1.3 - Pendidikan)
- Kesehatan
(1.4 - Kesehatan)
- Jaminan sosial
(1.6 - Perlindungan Sosial)
- Budaya
(1.9 - Kebudayaan)
- Statistik yang mencakup seluruh sektor industri
(2.3 - Statistik Bisnis)
- Statistik yang mencakup seluruh sektor layanan atau layanan pasar
(2.3 - Statistik Bisnis)
- Perdagangan distributif
(2.3 - Statistik Bisnis)
- Statistik pemerintah dan sektor publik
(2.5 - Statistik Keuangan Pemerintah, Fiskal dan Sektor Publik)
- Penelitian dan pengembangan
(2.9 - Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi)
- Statistik telekomunikasi
(3.3.3 - Information Society)
| ||
| 2.4.1 | Pertanian, Kehutanan, Perikanan |
Mencakup semua statistik terkait hortikultura, kehutanan, perikanan, perkebunan, peternakan, dan tanaman pangan, contoh: statistik moneter pertanian (neraca ekonomi pertanian), struktur pertanian (struktur pertanian), perdagangan produk pertanian, input tenaga kerja pertanian, produksi tanaman dan hewan, komoditas pertanian, statistik agroindustri (termasuk produksi dan keamanan pangan), pertanian organik, dan pangan organik , pengeluaran pemerintah untuk pertanian, perikanan dan kehutanan, tabel sumber dan penggunaan produk, statistik hasil hutan dan hutan, penilaian sumber daya hutan dan kebakaran hutan, perdagangan hasil hutan, perikanan.
Tidak termasuk: - Harga pertanian dan sejenisnya
(2.7 - Harga)
- Pembangunan pedesaan
(3.2 - Statistik Regional dan Small Area Statistics)
| ||
| 2.4.2 | Energi |
Mencakup pasokan energi, penggunaan energi, keseimbangan energi, keamanan pasokan, pasar energi, perdagangan energi, efisiensi energi, sumber energi terbarukan, pengeluaran pemerintah untuk energi.
Tidak termasuk: - Harga energi
(2.7 - Harga)
| ||
| 2.4.3 | Pertambangan, Industri, Konstruksi |
Statistik tentang kegiatan industri tertentu, contohnya. baja, pembuatan kapal, dan konstruksi, perdagangan produk-produk spesifik yang terkait dengan pertambangan, manufaktur dan konstruksi.
Tidak termasuk: - Harga konstruksi
(2.7 - Harga)
- Harga produk yang diproduksi
(2.7 - Harga)
| ||
| 2.4.4 | Transportasi |
Mencakup statistik pada semua moda transportasi (udara, kereta api, jalan, jalur air pedalaman, laut), termasuk topik-topik seperti infrastruktur transportasi, peralatan, arus lalu lintas, mobilitas pribadi, keselamatan, konsumsi energi, perusahaan transportasi, angkutan penumpang dan angkutan barang, tren sektor transportasi , kecelakaan lalu lintas jalan.
Tidak termasuk: - Harga transportasi
(2.7 - Harga)
| ||
| 2.4.5 | Pariwisata |
Mencakup statistik mengenai aktivitas pengunjung (seperti kedatangan / keberangkatan, menginap semalam, pengeluaran, tujuan kunjungan, dll.) yang terkait dengan berbagai bentuk pariwisata (inbound, domestic and outbound), aktivitas dan infrastruktur industri pariwisata, pekerjaan dan akun satelit pariwisata.
Tidak termasuk: - Harga untuk layanan wisata
(2.7 - Harga)
- Dampak lingkungan
(3.1 - Lingkungan Hidup)
| ||
| 2.4.6 | Perbankan, Asuransi, Statistik Keuangan |
Mencakup statistik uang, perbankan dan pasar keuangan, termasuk rekening keuangan, jumlah uang beredar, suku bunga, nilai tukar, indikator pasar saham, sekuritas, profitabilitas bank, asuransi sektor swasta dan statistik dana pensiun, Indikator Kesehatan Keuangan.
Tidak termasuk: - Penerima manfaat dana pensiun swasta
(1.6 - Perlindungan Sosial)
- Pembiayaan pensiun negara dan skema jaminan sosial negara lainnya
(2.5 - Statistik Keuangan Pemerintah, Fiskal dan Sektor Publik)
| ||
| 2.5 | Statistik Keuangan Pemerintah, Fiskal dan Sektor Publik |
Mencakup semua statistik yang terkait dengan sektor pemerintah, termasuk utang dan defisit, pendapatan dan pengeluaran, akun sektor pemerintah, pemerintah pusat, tarif pajak dan pendapatan, sistem pajak dan tunjangan, pembiayaan pensiun negara dan skema jaminan sosial negara lainnya, pekerjaan sektor publik.
Tidak termasuk: - Pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan
(1.3 - Pendidikan)
- Pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan
(1.4 - Kesehatan)
- Pengeluaran pemerintah di bidang penelitian dan pengembangan
(2.9 - Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi)
| ||
| 2.6 | Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran |
Berkaitan dengan statistik pada semua transaksi lintas batas yang dicatat dalam neraca pembayaran, termasuk topik-topik seperti perdagangan barang dan jasa, posisi eksternal dan utang, investasi asing langsung, perdagangan afiliasi asing, tarif, akses pasar, bantuan asing, bantuan pembangunan, aliran sumber daya ke negara berkembang.
Tidak termasuk: - Perdagangan komoditas/jasa tertentu yang disebutkan di subyek 2.4.2 sampai 2.4.5 - Perusahaan multinasional dan kegiatan afiliasi asing
(3.3.4 - Globalisasi)
| ||
| 2.7 | Harga |
Mencakup setiap kegiatan statistik yang berhubungan dengan harga, termasuk Purchasing Power Parities (PPPs) dan perbandingan internasional PDB, mencakup topik-topik seperti Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, Indeks Harga Produsen (PPI), indeks harga untuk produk dan layanan tertentu (misalnya Informasi dan produk-produk Teknologi Komunikasi).
Tidak termasuk: - Suku bunga
(2.4.6 - Perbankan, Asuransi, Statistik keuangan)
- Upah
(2.8 - Biaya Tenaga Kerja)
| ||
| 2.8 | Biaya Tenaga Kerja |
Mencakup kegiatan statistik tentang biaya tenaga kerja, penghasilan dan upah, baik untuk statistik struktural maupun jangka pendek.
Tidak termasuk: - Upah sebagai bagian dari total pendapatan rumah tangga pribadi
(1.5 - Pendapatan dan Konsumsi)
| ||
| 2.9 | Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi |
Mencakup Penelitian dan Pengembangan (R&D), inovasi, paten, sumber daya manusia (dalam sains, teknologi dan inovasi), industri teknologi tinggi dan layanan berbasis pengetahuan, bioteknologi, pembiayaan R&D dan inovasi.
Tidak termasuk: - Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
(3.3.3 - Information Society)
| ||
| 3 | Statistik Lingkungan Hidup dan Multi-Domain | Domain yang berkaitan langsung dengan aktivitas subjek matter untuk menghasilkan data statistik lingkungan hidup dan multi-domain | ||
| 3.1 | Lingkungan Hidup |
Termasuk topik seperti iklim, perubahan iklim (termasuk pengukuran aspek sosial-ekonomi dari dampak perubahan iklim, kerentanan dan adaptasi), keanekaragaman hayati, lingkungan dan kesehatan, sumber daya alam, tanah, air, udara, lanskap, limbah, pengeluaran lingkungan, pengeluaran untuk perlindungan lingkungan, neraca lingkungan, indikator lingkungan pertanian, tekanan lingkungan, dampak lingkungan industri, transportasi, energi dll., pemantauan lingkungan, analisis aliran bahan, indikator pelepasan lingkungan, polusi, ekosistem, penggunaan dan tutupan lahan, perlindungan lingkungan , kawasan yang dilindungi secara nasional.
Tidak termasuk: - Lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan
(3.3.6 - Pembangunan Berkelanjutan (SDGs))
| ||
| 3.2 | Statistik Regional dan Small Area Statistics | Kegiatan yang berhubungan dengan statistik regional serta statistik yang mengacu pada area sub-nasional atau area berdasarkan unit administratif, statistik perkotaan dan pedesaan, pembangunan pedesaan, akun regional, tipologi regional, dan kesenjangan regional. | ||
| 3.3 | Statistik dan Indikator Multi-Domain |
Berkaitan dengan pekerjaan konseptual atau data berdasarkan pendekatan tematik khusus untuk keluaran yang melintasi beberapa bidang ekonomi, sosial atau lingkungan; tingkat dua digit klasifikasi mencakup kegiatan yang berhubungan dengan jenis masalah yang tidak secara eksplisit disebutkan pada tingkat tiga digit.
Tidak termasuk: - statistik multi-domain berdasarkan pendekatan regional
(3.2 - Statistik Regional dan Small Area Statistics)
- Jenis buku tahunan kompendium atau produk serupa yg dihasilkan oleh organisasi internasional yang tidak mengikuti pendekatan tematik tertentu
(3.2 - Buku Tahunan dan Kompedium serupa)
| ||
| 3.3.1 | Kondisi tempat tinggal, Kemiskinan |
Termasuk aktivitas yang berkaitn dengan metode multidimensi untuk mengukur kemiskinan, kondisi kehidupan dalam arti luas, inklusi / pengecualian sosial, indikator sosial, dan situasi sosial.
Tidak termasuk: - Pendekatan moneter murni terhadap kemiskinan
(1.5 - Pendapatan dan Konsumsi)
| ||
| 3.3.2 | Gender dan Kelompok Populasi Khusus | Berkaitan dengan kondisi hidup dan peran kelompok tertentu dalam masyarakat: perbandingan pria / wanita dan situasi kelompok populasi khusus seperti anak-anak, remaja, wanita, orang tua, orang cacat, kelompok minoritas, dll. | ||
| 3.3.3 | Information Society | Statistik yang memungkinkan untuk menilai penggunaan dan dampak teknologi informasi dan komunikasi pada masyarakat, termasuk akses dan penggunaan TIK (termasuk Internet), pengeluaran dan investasi TIK, infrastruktur TIK, jaringan telekomunikasi, komunikasi elektronik, e-government, perdagangan elektronik, e- pembelajaran, penetrasi broadband, layanan TIK, tarif komunikasi, infrastruktur jaringan, pendapatan, pengeluaran dan investasi operator, indikator Internet, perdagangan peralatan telekomunikasi. | ||
| 3.3.4 | Globalisasi | Berurusan dengan mengukur kegiatan ekonomi perusahaan multinasional, serta dengan upaya untuk mengukur globalisasi melalui berbagai komponen dari bidang studi lainnya. | ||
| 3.3.5 | Indikator yang terkait dengan Tujuan Pembangunan Milenium | Berkaitan dengan set indikator untuk memantau pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium yang disepakati di KTT Milenium PBB. | ||
| 3.3.6 | Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) | Berkaitan dengan indikator dan kerangka kerja untuk memantau dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan. | ||
| 3.3.7 | Kewiraswastaan | Pengukuran faktor penentu, kinerja dan dampak kegiatan kewirausahaan dari pekerja dan organisasi. | ||
| 3.4 | Buku Tahunan dan Kompedium serupa |
Publikasi statistik multi-domain, basis data dan produk data lainnya tanpa berfokus pada tema atau berorientasi pada masalah tertentu.
Tidak termasuk: - Produk statistik multi-domain berdasarkan pendekatan tematik tertentu, seperti pembangunan berkelanjutan (SDGs), MDGs, dll. (3.3.1 sampai 3.3.5). | ||